1. Syaikh Abdul Qadim Zallum
Beliau adalah Al-‘Alim al-Kabir Syaikh Abdul Qadim bin Yusuf bin Abdul Qadim bin Yunus bin Ibrahim. Beliau lahir pada tahun 1342 H – 1924 M. Lahir di kota al-Khalil, Palestina. Beliau lahir di lingkungan keluarga yang dikenal luas dan terkenal keberagamaannya (relijius). Ayah beliau rahimahullah adalah salah seorang dari para penghapal al Qur’an (Hafizh al-Qur’an). Beliau membaca Al-Qur’an di luar kepala hingga akhir hayat beliau. Ayahanda Syaikh Zallum bekerja sebagai guru pada masa Daulah al-Khilafah Utsmaniyah.
Syaikh Abdul Qadim Zallum tumbuh dan berkembang di kota al-khalil hingga mencapai usia lima belas tahun. Kemudian ayahanda beliau mengirimkan beliau ke Universitas al-Azhar, Kairo. Yaitu pada tahun 1939 M. Beliau memperoleh ijazah al-Ahliyah al-‘Ala pada tahun 1942M. Kemudian beliau memperoleh ijazah pendidikan tinggi (Syahadah al-‘Aliyah) Universitas Al Azhar pada tahun 1947M. Kemudian beliau memperoleh ijazah al-‘Alamiyah dalam bidang keahlian al-Qadha’ (peradilan), atau setara dengan ijazah doktor saat ini, pada tahun 1949M.
Beliau kemudian diangkat menjadi guru di Madrasah Bait al-Lahem selama beberapa tahun. Setelah itu beliau pindah ke al-Khalil pada tahun 1951 dan bekerja sebagai guru di Madrasah Usamah bin Munqidz. Sepanjang hidupnya selain bekerja menjadi guru, beliau telah mendedikasikan hidupnya sebagai pengemban dakwah yang luar biasa.
Beliau Syaikh Abdul Qadim Yusuf Zallum rahimahullah wafat di Beirut pada malam selasa tanggal 27 shafar 1423 H (29 April 2003M) pada usia lebih dari delapan puluh tahun. Rumah duka diselenggarakan di Diwan (rumah induk) Abu Gahrbiyah asy-Sya’rawi di al-Khalil. Banyak karya yang telah beliau tinggalkan, diantara karya beliau adalah Al Amwal fi Dawlah al-Khilafah (Pengelolaan Kekayaan Dalam Daulah Khilafah), Perluasan dan revisi kitab Nizham al Hukm fi al-Islam (Sistem Pemerintahan Islam) karya Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, Ad-Dimuqratiyah Nizham Kufr (Demokrasi Sistem Kufur), Hukm asy-Syar’ fi al-Intinsakh wa Naql al A’dha wa Umur Ukhra (Hukum Syariah dalam Masalah Klonong, Tranplantasi Organ dan Masalah lainnya), Al Hamlah al-Amirikiyah li al-Qadha ‘ala al-Islam (Serangan Amerika Untuk Menghancurkan Islam), Hazat al-Aswaq al-Maliyah (Keguncangan Pasar Modal), Hatmiyah Shira’ al-Hadharat (Keniscayaan Benturan Peradaban). Dan cukup banyak karya lepas beliau lainnya, baik berupa pemikiran, politik, ekonomi dan hukum-hukum syari’ah yang berserakan di berbagai media massa di Timur Tengah.
2. KH. Muhammad Shiddiq Al-Jawi
Muhammad Shiddiq Al-Jawi, lahir di Grobogan (Jateng) 31 Mei 1969. Setelah lulus SMA 1 Pekalongan 1988, beliau masuk IPB tanpa test (PMDK). Pernah nyantri di Pondok Pesantren Nurul Imdad (1989-1991) dan Pondok Pesantren Al-Azhar Bogor (1992-1994). Pada periode 1990-1991 beliau menjadi Ketua Umum Badan Kerohanian Islam (BKI) IPB. Setelah lulus IPB 1997, beliau terjun di bidang pendidikan, penulisan, dan penerjemahan.
Pada 1997-1998 dan 1999-2000 beliau menjadi staf pengajar almamaternya; Pondok Pesantren Al-Azhar Bogor. Sejak tahun 1999 menjadi staf peneliti Shariah Economic and Management (SEM) Institute Jakarta.
Beliau telah menghasilkan sekitar 200 artikel keislaman, 6 buku, 10 karya terjemahan, dan 5 karya editan. Saat ini bekerja sebagai dosen STEI Hamfara dan LPI (Lembaga Pendidikan Insani) Yogyakarta, sambil menyelesaikan tesis pada program pascasarjana Magister Studi Islam UII, Yogyakarta.
Beliau yang telah menunaikan haji tahun 2004 lalu, juga mengasuh Majelis Ta’lim Al-Mahmud di Margoyasan, Yogyakarta, yang mengadakan kajian rutin tiap senin dan selasa sore sore pukul 16.00 WIB.
Beliau menikah dengan Ir. Lusiani Udjianita dan dikaruniai dua anak: Atina Fahma Rosyada dan Fauzi Saifurrahman.
3. Lathifah Musa
Lathifah Musa, nama pena dari Ir. Di Shinta Weni Suminarsari, lahir di Temanggung, 18 Januari 1970.
Insinyur kimia dari Institut Pertanian Bogor ini mulai menekuni bidang penulisan ketika menjadi Pemimpin Umum Forum Muslimah untuk Studi ke-Islaman (FORMASI) Bogor dan menerbitkan Jurnal Dakwah Muslimah Al Ihsas tahun 1996-1998.
“Aku dan Adikku” adalah buku ketiga yang dibuatnya. Sebelumnya, ia membuat buku “Namaku Jannah” yang merupakan sekuel pertama Seri Anak-Anak Surga. Buku lain “Belajar Sejak Dini” dibuat bersama Zulfa Alya yang merupakan sekuel pertama Seri Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Berbasis Islam dan memberi pengantar buku “Belajar dengan Bermain” yang ditulis Zulfa Alya yang menjadi sekuel keduanya.
Selain menulis buku, ia juga mengasuh Rubrik “Curhat” Majalah Sobat Muda dan mengasuh Rubrik “Konsultasi Surat” Program Mutiara Fajar Radio Tidar FM, Kompleks Akademi Militer, Magelang. Aktif menulis naskah radio untuk dimanfaatkan para praktisi dakwah radio lain.
Selain di bidang media massa cetak dan radio, ia menjadi penasehat Kelompok Belajar Ibu (KBI) DIY – Jateng dan menjadi anggota DPP Hizbut Tahrir Indonesia.
Kini ibu tiga anak, Fathimah, Abdullah dan Taqiyuddin ini tinggal di Magelang bersama suaminya, Ust. Ir. Umar Abdullah, praktisi dan trainner dakwah via radio. Alamat surat: Radio Tidar FM, Jl. Gatot Subroto No. 1 Magelang. Alamat e-mail: ibnuyultan@hotmail.com
4. Fauzan Al Banjari
Fauzan Al-Banjari lahir di Barabai Kalimantan Selatan 27 Januari 1980. Mendapatkan gelar sarjananya dari fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik dan Manajemen Industri UII Jogyakarta pada tahun 2002 dan memperoleh gelar magister teknik industrinya dari Universitas Trisakti dengan predikat sangat memuaskan.
Beliau pernah menjabat sebagai Manager Analisa Kelayakan Usaha pada Lembaga Ekonomi Bagi Hasil di Jogjakarta. Saat ini beliau adalah pemilik sekaligus C.E.O As Shafa Bisnis Center Jogjakarta yang bergerak dalam bidang publishing (Ar Raudhoh pustaka), Advertising (Kuas Adv. Yogya) dan training and consulting (Bee Shar’e Consultant).
Selain memberikan ceramah keislaman, beliau juga kerap melakukan pelatihan-pelatihan mengenai motivasi, kewirausahaan, dan manajemen organisasi berbasis Islam.
Kegiatan lain yang beliau lakukan saat ini dalam hal pendidikan adalah mengajar di jurusan Teknik Industri Universitas Islam Indonesia, dan menjalankan amanah sebagai kepala Laboratorium Inovasi dan Pengembangan Organisasi di Universitas yang sama.
Pendidikan keagamaannya diperoleh semenjak kecil melalui ibundanya tercinta dan melalui guru-guru mengajinya di surau-surau kecil di Sampit Kalimantan Tengah. Setelah itu pemikiran dan pemahamannya tentang Islam ditempa lebih dalam melalui halaqoh-halaqoh di Hizbut Tahrir. Dengan hobi membaca serta menulis dan konsen pada tsaqofah-tsaqofah Islam beliau terus belajar dan mengkaji dari satu ulama ke ulama yang lain. Dengan prinsip beliau yaitu: “belajralah dari siapa saja, karena semua orang adalah guru kehidupan. Hormatilah para ‘alim ulama karena mereka adalah pewaris para nabi dan semoga ilmu yang diperoleh dari mereka menjadi barokah dan bermanfaat untuk hidup kita.”
Beberapa karya tulis beliau berupa buku antara lain: Understanding Mazhab Memahami Ikhtilaf Fuqaha, Understanding Qawaid Syar’iyyah, Hukum Sholat Bagi Musafir, Tahlilan dalam Perspektif Islam, Sepiring Kemandirian (konsep kemandirian dalam Islam), Longlife Motivation Karena Anda dunia Menganl Apa?, Extreme Kuliner Fiqh Seputar Makanan dan Minuman, Hukum Islam Seputar Riba dan Pegawai Bank, Meraih Majelis Surga, dalam menulis buku beliau biasanya menggunakan berbagai nama, yaitu Fauzan Al Banjari, dan juga Riswanda F. Selain menulis buku beliau juga telah banyak menuliskan artikel-artikel ke-Islaman dan soal jawab persoalan fikih Islam melalui webblognya. Beberapa cerpen perjuangan juga pernah beliau tulis dan diterbitkan oleh majalah remaja Islam PERMATA tahun 2002 diantaranya adalah “Rembulan Separuh Di langit Palestina” dan “Tentara-tentara Allah”.
Beliau telah menikah dengan Nurul Maulidah, S.Farm. Sekarang beliau bersama Isteri tercinta berdomisili di kota gudeg Jogjakarta.
Beliau, dapat dihubungi melalui alamat penerbit atau melalui email onlymusafir@gmail.com atau melalui blog: http://www.onlymusafir.wordpress.com.